Pengantar Perencanaan Kota Part 1



Pernahkah anda mendengar kata "kota"? Saya yakin lebih dari 95% orang mengerti kata "kota". Kota adalah suatu areal/kawasan yang dibatasi oleh batas-batas administratif dimana konsentrasi penduduk lebih padat dari wilayah sekitarnya yang didalamnya terdapat berbagai macam aktivitas atau kegiatan non-pertanian dengan intensitas tinggi serta memiliki penduduk yang bersifat heterogen dan bercorak materialistis.

Dibawah ini terdapat beberapa gambar kota di beberapa negara yang dapat memberikan anda gambaran tentang kota itu sendiri.


    1. Surabaya, Indonesia
             


    2. Riyadh, Saudi Arabia


     
    3. Canberra, Australia
         


     4. Putrajaya, Malaysia




Gambar-gambar diatas adalah beberapa contoh kota-kota yang ada di berbagai negara (tampak view/panorama kota dan tampak dari citra satelit google maps). Menurut anda semua, bagaimana kota-kota diatas dan semua kota yang ada di dunia ini yang asalnya adalah hutan belantara atau tanah tandus yang kosong dapat berubah menjadi komplek-komplek pemukiman, toko-toko, gedung-gedung beton, pabrik-pabrik industri yang terhubung dengan jaringan-jaringan transportasi (jalan, rel, jalur sepeda) yang dapat menampung seluruh aktivitas manusia?

Salah satu penyebabnya adalah kebutuhan. Kebutuhan tersebut antara lain:

a. Kebutuhan akan tempat berteduh dan berlindung (rumah, apartemen, flat).
b. Kebutuhan akan pangan (sawah, perkebunan, ladang).
c. Kebutuhan akan tempat produksi barang-barang mentah menjadi barang setengah jadi/barang jadi (pabrik industri).
d. Kebutuhan akan tempat menjual barang jadi untuk kebutuhan konsumen (toko, swalayan, pasar, mall).
e. Kebutuhan akan pendidikan (sekolah, universitas, tempat-tempat pelatihan).
f. Kebutuhan akan keamanan (kantor dan pos polisi, komplek militer, pos perbatasan, pos satpam).
g. Kebutuhan akan tempat pusat/cabang operasi untuk me-manage segala aktivitas pergerakan barang baik dari proses produksi, distribusi hingga sampai ke tangan konsumen (gedung perkantoran).
h. Kebutuhan akan layanan kesehatan (rumah sakit, puskesmas).
i. Kebutuhan akan kemudahan pergerakan/mobilitas (jalan raya, jalur rel, stasiun, terminal, bandara).
j. Kebutuhan akan komunikasi (kantor telepon, kantor pos, tower BTS, kabel telekomunikasi).
k. Kebutuhan akan rekreasi (taman, kebun binatang, tempat bermain, tempat hiburan, bioskop).

Seluruh kebutuhan diatas mendorong terbentuknya struktur-struktur komponen kota yang dibatasi oleh batas-batas administratif seperti yang dapat kita lihat pada kota-kota di masa sekarang. Akan tetapi, tanpa perencanaan yang matang, kota dapat tumbuh ke arah yang salah seperti terbentuknya pemukiman kumuh (slum), sistem transportasi yang buruk sehingga menimbulkan kemacetan yang parah, sistem drainase yang buruk yang akan menyebabkan banjir, berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) secara drastis yang otomatis dapat mengurangi daerah resapan air dan estetika/keindahan kota, serta permasalahan-permasalahan lainnya.

Sebelum kita mengupas lebih dalam tentang perencanaan kota, akan lebih baik bila kita mengetahui definisi, ciri-ciri dan karakteristik kota terlebih dahulu yang akan dibahas pada Pengantar Perencanaan Kota Part 2.


References :

1. Google Maps









Comments

Popular Posts